Beranda Wisata Tips Berkunjung Ke Jogja

Tips Berkunjung Ke Jogja

109
0

Jogja merupakan salah satu kota destinasi wisata yang bisa kamu jadikan tujuan menghabiskan akhir pekan. Jika kamu baru pertama kali akan mengunjungi Jogja, maka jangan kaget ya. Di balik Jogja yang romantis, orangnya yang plewah-pleweh ternyata menyimpan berjuta teka-teki dan semacam sesuatu hal yang harus kamu ketahui.

1. Jangan Menginap di Pojokan Utara Malioboro
Berbagai penginapan dengan tarif yang bervariasi, mulai dari sekelas home stay seharga sewa tenda camping sampai tarif bintang lima semua tersedia. Berbagai penginapan murah ini bahkan berlokasi di dekat Maliooro dan menjadi tempat menginap favorit karena dekat dengan spot wisata mana saja di pusat kota.

Lokasi penginapan murah itu ada di sekitar sisi barat Malioboro yakni Sosrowijayan, Sosromenduran dan lain sebagainya. Dengan masuk ke gang kampung dengan banyak orang nongkrong, kamu akan menemukan berbagai penginapan kelas melati berharga murah. Pandai-pandailah dalam memilih.

Namun yang perlu diingat adalah, jangan terlalu ke utara dalam memilih penginapan. Apalagi menginap di pojokan barat laut Malioboro yakni di jalan Pasar Kembang. Di lokasi tersebut terkenal dengan ‘jajanan apem’ nya alias bisnis lendir. Mungkin kamu ketika menginap di lokasi tersebut tidak sekalian memesan wanita penghibur. Akan tetapi ketika ada orang yang anda kenal mengetahui kalau kamu berkeliaran di lokasi tersebut tentu tidak lucu bukan?

2. Waspada Dengan Oknum Tukang Becak
Dalam hal ini kami berbicara oknum, artinya bukan penarik becak semuanya. Ketika kamu memilih becak sebagai sarana berkeliling jogja, selain bisa melihat sekeliling saat perjalanan, naik becak memiliki sensasi berbeda jika di bandingkan dengan naik kendaraan bermesin. Meskipun saat ini becak di Jogja sudah di modifikasi dan menggunakan mesin.

Ketika memesan becak akad yang kamu lakukan dengan tukang becak haruslah jelas. Jelas dalam hal ini tidak hanya harga saja, namun rute yang di ambil, apakah mampir ke pusat oleh-oleh atau tidak dan sebagainya. Ada beberapa oknum tukang becak yang menggunakan modus tertentu untuk mendapatkan keuntungan.

Modus yang biasanya dilakukan oleh oknum tukang becak adalah setelah bersepakat dengan harga yang di tawarkan maka tukang becak akan membawa kamu ke tujuan tetapi akan mampir dulu ke pusat oleh-oleh. Jika kamu tidak membeli ia akan mampir lagi ke toko yang lain sampai kamu membeli oleh-oleh.

Tukang becak biasanya akan mendapatkan komisi 10 sampai 20 persen dari total belanja wisatawan yang dibawa tukang becak ke sebuah gerai oleh-oleh. Tentu saja harga dari oleh-oleh lebih mahal berkali kali lipat dibandingkan dengan harga normal. Namun karena wisatawan tidak mengetahui harga pasaran dan diminta untuk belanja oleh oknum tukang becak tersebut maka wisatawan akan terbujuk dan berbelanja.

3. Waspada Saat Jajan di Malioboro
Jika kamu mengunjungi Maloboro terutama di malam hari, saat membeli makanan apapun di jajanan Malioboro harus benar-benar waspada. Pastikan kamu mengetahui harga perporsinya. Apakah itu ayam bakar, nasi goreng, atau masakan lainnya. Sudah berkali-kali terdapat kasus wisatawan yang jajan di jajanan Malioboro di pukul dengan harga tinggi bahkan tidak masuk akal.

Kejadian seperti ini selalu terulang kembali meskipun ada beberapa pihak yang sudah turun tangan. Maka untuk mengantisipasinya kamu harus mengetahui informasi harga masakan yang dijual dengan detail. Biasanya ada juga pedagang jujur yang memasang list harganya namun tidak jarang pedangang tidak memberikan informasi detail harga dan malah membandrol dengan harga tinggi ketika sudah selesai makan.

4. Bertanya Dengan Adab
Satu pelajaran penting ketika kamu berada di Jogja adalah dalam hal sepele, yakni bertanya kepada seseorang. Ketika kamu menanyakan sesuatu tempat kepada orang yang ada di pinggir jalan, adab yang benar adalah kamu harus mematikan meisn kendaraan, turun dari kendaraan, melepas helm dan menyapa dahulu seperti ‘nuwun sewu’ atau kulo buwun dll.

Jika kamu bertanya padahal kamu berada di atas kendaraan, apalagi tidak membuka helm, maka jangan salah ketika anda malah ‘disesatkan’ oleh yang anda tanya. Adab, apalagi kepada orang tua atau penggunajalan kepada orang di pinggir jalan sangat di junjung tinggi di Jogja.

Tambahan informasi lainnya adalah, rata-rata orang Jogja akan kesulitan menghafal nama Jalan. Rata-rata orang Jogja akan memberikan informasi dengan istilah ancer-ancer atau semacam landmark. Selain itu orang Jogja akan memberitahu lokasi dengan patokan arah mata angin bukan kiri atau kanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here